Komentar Karib Tusuk Gigi
Celoteh Benak : KOREK API atau TUSUK GIGI?
Sunday, June 27, 2004



Sungguh menyebalkan memang. Pesawat yang akan kami tumpangi, harusnya berangkat pukul 18.40 WIB. Namun baru saja terdengar pemberitahuan, bahwa pesawat akan berangkat sekitar pukul 20.30! Duh! Apalagi alasannya? Ada yang bilang ini lantaran sistem komputer yang overloaded, sehingga berpengaruh pada jadual penerbangan dan juga distribusi penumpang yang ‘tidak sengaja’ bertiket kembar.

 

Sayup-sayup televisi di ruang executive lounge berkisah tentang petaka kebakaran hutan di negeri ini, yang asapnya melanglang hingga mengganggu negeri jiran. Yah, bisa jadi memang asap ini juga menjadi penyebab terhalangnya jadual penerbangan di sejumlah maskapai.  Kebakaran hutan. Benarkah terbakar atau malah - sengaja - dibakar?  Apapun alasannya, tentu saja tidak dapat dibenarkan.  Lalu, sembari membunuh waktu, hal itu malah jadi bahan obrolan di sekitar meja kami.  Ada yang berkata, bisa jadi pembakaran hutan itu bermuatan politis. Atau, bla-bla-bla..

 

Aku mulai jenuh dan beranjak dari kursi. Menuju sudut ruang khusus untuk para perokok. Mencoba membunuh waktu dengan ritual : merokok. Ya ampun, zippo-ku tertinggal di rumah!  Di meja kutemukan sekotak korek api bermerk nama sebuah maskapai. Entah milik siapa. Cress! korek api menyala, ujung sigaret pun membara. Awan putih terhembus dari bibir, berharap jenuhku bergegas tersingkir.

 

Kuamati bekas batang korek api yang baru saja menyulut sigaretku. Sepintas, kayu yang menjadi bahan bakunya mirip bahan baku sebatang tusuk gigi.  Mungkin yang menjadi pembeda hanyalah bentuk mereka, dan tentu saja ‘pemicu’ nyala api di ujung batang korek api. Mudah menyala bila tergesek. Mudah pula menyala bila langsung bertemu api.

 

Hmm.. seperti cermin saja aku memandang semua ini dengan benakku.. Yah, bisa jadi sama seperti kita semua. Kita semua sama.. tercipta olehNya, tanpa pembeda. Namun sering tanpa sadar, sesekali malah terjelma menjadi seperti korek api. Mudah terbakar lantaran ‘pemicu’nya mudah tergesek. Emosional, mungkin milik semua orang. Tapi menjadi provokator? Sebut saja itu pekerjaan kotor. 

Lalu, ingin menjadi apakah kita? Sebatang korek api yang mudah tersulut dan menyulut?

Aku hanya ingin menjadi aku : tusuk gigi. Itu saja. :)

 

Kemana hutanku hilang?

Semak perdu merintih

Sribu hujanpun tak mampu

 

bawa hijau padaku
Kemana kicauku terbang

Dahan ranting bersedih

Udara tak lagi ramah

Panas menyiksa bumi

 

Dari 'Ketika Kupulang', lagu/lirik : Katon Bagaskara.

 

   4 komentar

RaRa
June 27, 2004   10:07 PM PDT
 
secuil ujung korek api pun dapat membuat kebakaran terbesar..
sa
July 1, 2004   05:03 PM PDT
 
korek api bisa dijadikan tusuk gigi. tusuk gigi bisa ga dijadikan korek api ? :-P
pipit
July 3, 2004   09:42 AM PDT
 
Yoel Priyatna? :)
pipit
July 3, 2004   09:49 AM PDT
 
maab salah ketik :D lam kenal pak.. ksasar dari blognya sa nih :)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments