Komentar Karib Tusuk Gigi
Celoteh Benak : IZINKAN MEMUJA...
Friday, May 14, 2004



Entah untuk keberapa kalinya lagu-lagu milik KLa Project seperti ‘dejavu’, terjadi dan mirip dengan perjalanan cinta siapapun. Dan ternyata bukan cuma aku yang merasa.  Para penggemar, yang menyebut diri KLanis, juga merasakan hal yang sama dan menumpahkan curahan hati di situs KLa Project. Tentang kisah kasih mereka, terayun bimbang, terhempas ataupun menghempas, penantian cinta tanpa ujung, hingga keinginan untuk hanya memuja tanpa sekalipun ingin memiliki. Itulah lagu terbaru milik KLa yang impresif pada penampilan mereka di salah satu stasiun televisi Minggu malam lalu.

 

Memuja tanpa ingin memiliki? Ego-sentriskah? Tidak juga. Bukankah tidak ada larangan untuk memuja atau bahkan mencintai seseorang? Selama berbagai alasan untuk itu masih bisa diterima dengan akal sehat, mengapa tidak?

 

Mungkin Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan dia..” kalimat serupa ini rasanya kali pertama kutemui dalam novel pop lama, lalu termodifikasi di banyak cerpen, puisi, dan bisa jadi sekarang ada di mana-mana. Kalimat yang kurasa begitu menyentuh dan ada benarnya, bahkan kutambahi dengan : “..sehingga Tuhan lupa membuat kembarannya”.. Hehehe..  bahkan kalimat ini juga pernah jadi perdebatan via SMS dengan temanku, yang merasa kekagumanku begitu berlebihan terhadap sosok seseorang. Terserah bila ada yang kontan protes dan merasa ada pelecehan theologis di sini :)

Padahal, hihihi.. temanku itu tentu akan jauh lebih tercengang melihat mousepad-ku, wallpaper dan screensaver komputerku, kalendar mejaku, atau poster mozaik lebar seluas langit-langit kamar; Atau beberapa lagu ciptaanku yang terinspirasi lantaran keindahan sejati pada dirinya yang terpahat begitu sempurna; Atau prosa ringkas bersahaja yang cuma menjadi ornamen di buku harian semata, tapi – jujur saja - kuciptakan dengan rasa kekaguman tak terhingga.. 

 

Beberapa hari yang lalu, ketika salah satu celotehanku di weblog ini sedikit berkisah tentang sosok Dian Sastro; kontan ada beberapa yang mencoba menggugahku dari ‘mimpi yang sempurna’ (Hei? Judul lagu Peter Pan ya?) dan mengajakku untuk lebih jelas melihat siapa dan bagaimana Diandra Paramitha Sastrowardoyo sebenarnya..

Duh, tenang saja karibku :)  Tenanglah, ketika suatu kali aku mengatakan aku tergila-gila, itu bukan berarti aku gila.. hahaha :D 

Sepasang suami isteri;  yang satu pedendang, yang satu pelakon. Mereka cukup tau tentang bagaimana aku menyimpan kekaguman pada sosok yang kadang mereka jumpai dalam komunitas mereka – masyarakat pesohor. Mereka tercengang mendengar kisahku. Bukan, bukan lantaran rasa kekagumanku; tapi justru ketidakinginanku untuk ‘sekalipun’ bertemu dengannya, sengaja ataupun tidak disengaja.  Inilah yang kumaksud dan kuinginkan dengan ‘tergila tanpa merasa gila’.

Ini bukan berarti aku mencoba menutup mata atas cela yang ada pada dirinya, berlaku seolah tidak ada kekurangan apapun ada dirinya. Tidak samasekali.

 

Samasekali aku tidak ingin pernah bertemu dengan dia.

Ketika ada sepotong lirik menyatakan ‘Cinta tak harus memiliki’, rasanya lagu milik KLa tadi juga mewakili : ‘Memuja, tanpa perlu memiliki...’

Aku hanya ingin memuja. Itu saja.   Menatap dari kejauhan, segala keindahan yang tersaji pada dirinya, menikmatinya seolah menatap pelangi yang terjadi di sisa hujan, merasakan salah satu keagungan karya surgawi… ya, itu saja.

 

Saat mengetik celotehku ini, dari speaker di kiri-kanan monitor komputerku terdengar lagu terbaru milik KLa. Tidak sengaja kurekam, saat menyaksikan mereka di Barbados Café.

“Izinkan kumemuja, tanpa perlu memiliki… tak ingin aku usik kebebasanmu…

Cukuplah senyuman jadi suluh yang memberi, kehangatan kalbu, menjalani hariku..”

Lirik lagu yang menyentuh.

Kunikmati lagu itu, sembari melakukan kebiasaanku : menggigit tusuk gigi.

 

thx to Perca, dan Kutubuku..

n da nu KLa! - Katon, Adi, Erwin, Yoel dan Hari..

n of course, Dian Sastrowardoyo! :)

 

   3 komentar

kutubuku
May 15, 2004   04:11 AM PDT
 
Cinta tak harus memiliki, memuja tanpa harus memiliki... kayaknya di kepalaku ada hubungannya dengan kata2 "dilarang memegang" yang biasa ditulis di pameran. Hehe, "dilarang memegang". Sekali lagi, aku ingat pada gadis berbaju biru di iklan sabun. Baru tau nih KLa bikin lagu baru. Untuk KLa: senyuman=suluh. Untuk Tusuk Gigi, tusuk gigi=suluh? :)
RaRa
May 15, 2004   03:15 PM PDT
 
Hehehehe.... :) izinkanku memuja ya? :p emang sih... emm.. umm...
Name
January 8, 2005   01:47 PM PST
 
Baru kali ini ada orang yang begitu mengagumi seseorang tanpa keinginan untuk tau lebih banyak tentang dia.
Saya tidak kenal dgn Dian S, pujaanmu itu dan tidak pernah mendengar lagunya kla project. Tp mendengar ceritamu pasti ia seorang yang, walau lewat layar kaca, dsb, sangat sempurna bak seorang dewi yang turun dari kayangan. Penasaran juga sama si dia. saranku jgn pernah berhenti memuja walau tak tersentuh.
Amiiiin

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments