Komentar Karib Tusuk Gigi
Celoteh Benak : KEBAHAGIAAN ULANG TAHUN..
Thursday, May 06, 2004



Mereka-reka kenangan di masa kecil dulu, seolah membawa ingatan kita untuk memutar waktu dan kembali hadir di masa itu.  Masa kecil, masa kanak-kanak, penuh polah dan tingkah bocah lucu yang menggemaskan.  Bukan hanya itu, ada kalanya peristiwa atau kejadian kecil yang luput dari ingatan, justru muncul begitu saja dan bahkan memberi ‘sentuhan’ bagi kita. Entah itu tawa ceria atau tangis lara, dan semua itu seolah tanpa dinyana terjadi - begitu saja.

 

Salah satu peristiwa yang kerap diingat oleh seseorang di masa kecilnya, adalah hari ulang tahunnya.  Dulu, aku sempat berpikir betapa beruntungnya temanku. Maksudku beruntung, karena sejak kecil ia selalu punya kesempatan untuk merayakan ulang tahun dalam suasana pesta yang meriah. Warna-warni balon di penjuru ruang, semburat kertas-kertas berkilau, gerak badut yang lucu, musik riang, nyanyian, tumpukan kado yang menjulang, nyala lilin di atas kue tart dan sepasang orang tua yang berada di sisi kanan kirinya. Menurutku pada masa itu; inilah ‘kebahagiaan ulang tahun’ yang sesungguhnya.

 

Masa kecil kakakku, aku, dan kedua adikku pernah sejenak mengecap meriahnya kebahagiaan ulang tahun seperti yang kugambarkan di atas. Lalu ketika kondisi ekonomi keluargaku ambruk, bahkan benar-benar pada satu keadaan dimana kami tinggal di rumah yang sudah bukan menjadi hak kami lagi, kami masih bisa berbahagia memeriahkan hari ulang tahun kami.  Tentunya bukan dengan gempita kemewahan, bukan lagi dengan berbagai aksesoris sebuah pesta ulang tahun.

Kue tart kami ganti dengan nasi tumpeng ala kadarnya. Tidak ada musik, balon, badut; hanya tepuk tangan dari saudara-saudara terdekat dan tetangga yang masih ‘ada’ di sekeliling kami. Setia, dan peduli tanpa memandang materi. Lantas pada masa itu, aku merubah pendapatku yang dulu : justru inilah yang lebih tepat disebut dengan ‘kebahagiaan ulang tahun’ yang sesungguhnya.

 

Nonton film, traktir makan, pesta kebun, naik gunung, .. hingga bagi-bagi kebahagiaan di panti asuhan, panti jompo, atau masyarakat pinggiran, adalah berbagai cara mewujudkan kebahagiaan ulang tahun. Selalu ada cara, baik bagi kaum hedonis atau yang selalu membungkus diri dengan jubah idealis.

 

Ulang tahun. Bertambahkah usia kita? Atau justru berkurang satukah usia kita? Tidak perlu diperdebatkan kedua pendapat ini.  Sama benarnya. Mengurangi atau menambah, toh tetap saja disebut kegiatan : menghitung.  Yah, menghitung-hitung, adakah yang berkurang dan bertambah dari diri kita?  Bertambah banyakkah kebaikan dalam diri kita? Atau, berkurangkah keburukan-keburukan yang ada di dalam diri kita?

 

Aku teringat lagi di saat kecil. Bersama teman-teman sepantaran, bermain pasir di dekat toko bahan bangunan, tidak jauh dari rumah. Dari bekas tempat sabun colek, mencetak seolah kue tart ulang tahun. Di atasnya, ditusukkan beberapa batang tusuk gigi. Menatanya seperti batang-batang lilin. Lalu kami semua bernyanyi sambil bertepuk tangan :

“Selamat ulang tahun, kami ucapkan..

Selamat panjang umur, kita ‘kan doakan..

Semoga sejahtera, sehat sentosa,

Selamat panjang umur dan bahagia.. “

Wajah-wajah bocah, polos, senyum girang, mendendangkan nada-nada ceria, berkisah kebahagiaan ulang tahun, dalam dunia mereka.

 

Selamat Ulang Tahun.. bagi mereka, yang hari ini berulang tahun..

 

   0 komentar

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments