Komentar Karib Tusuk Gigi
Celoteh Benak : MENJADI LEBIH BAIK
Saturday, May 01, 2004



Sore tadi.  Entah kenapa, lantaran muak melihat (lagi-lagi) kekerasan polisi terhadap para mahasiswa, aku mengganti saluran dengan stasiun televisi lain. Oho, kisah para akademia di Akademi Fantasi Indosiar tersaji dalam Diary AFI. Setidaknya, ini jadi hiburan lumayan sembari mengunyah cemilan.

 

Ada sebuah adegan, dimana seorang akademia - Cindy, curhat dengan staf pengajarnya. Dialog tentang keseharian para akademia, yang sebenarnya biasa-biasa saja untuk disimak.

Hingga satu pernyataan dari Cindy : “Aku tidak terlalu obsesi untuk menjadi yang terbaik. Aku cuma ingin berupaya menjadi lebih baik.” katanya lugas.

“Maksud kamu; Ingin menjadi lebih baik dari teman-teman kamu?” tanya Tamam Husein, ‘kepala sekolah’ AFI.

“Bukan, saya ingin menjadi lebih baik dari diri saya; yang kemarin”. Jelas Cindy, mengembangkan senyumnya. Manis sekali.

Aku tertegun. Adegan tadi bahkan masih terbawa di pikiran saat aku makan malam.  Berupaya menjadi lebih baik ketimbang terobsesi untuk selalu menjadi yang terbaik.  Sepertinya ini merupakan cermin salah satu sikap positif yang patut untuk direnungi. Oleh siapapun, bahkan aku.

 

Ya, kerap kali kita selalu ingin melangkah lebar-lebar ketimbang mencapai tujuan terdekat.  Mungkin, sejak kecil kita terbiasa untuk bercita-cita yang muluk-muluk. Terbiasa dengan “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”.  Terbiasa dengan tujuan utama, sementara tujuan-tujuan kecil yang bisa jadi adalah jalan pintas atau sekedar lelikuan untuk menuju tujuan utama, terabaikan. 

Tidak, tidak ada yang salah dengan mereka yang memiliki tujuan : menjadi yang terbaik. 

Dan tidak salah pula bagi mereka yang punya tujuan singkat : menjadi lebih baik dari hari kemarin.

 

Rupanya tongseng kambing yang jadi menu makan malam tadi, menyisakan serat di geligi.  Aku ambil sebatang tusuk gigi. Ah, serat kayunya memecah dan nyaris patah. Kucoba mengambil yang lain sebagai gantinya. Tentu saja, yang kuanggap lebih baik dari tusuk gigi pertama tadi.  Sebab, konyol rasanya.. berkutat di antara kumpulan tusuk gigi hanya untuk mencari dan memilih : tusuk gigi yang terbaik.


dedicated to : Cindy Carolina S.

   0 komentar

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments