PARA PEREMPUAN « Tusuk Gigi
~ Maieutike Tekhne, Sokrates ~
Seperti halnya tusuk gigi yang berupaya mencungkil secuil sisa makanan di geligi,
semoga kita juga bisa mencungkil ‘pemahaman semu’ yang menyempil di benak selama ini..
- bisa jadi itu berupa apriori, asumsi negatif,
bingkai pandang sempit dan bla-bla-bla lainnya..

dan siapapun, bisa menjadi tusuk gigi..
bagi orang lain, bagi diri sendiri..

Lalu.. sementara ini,
sepertinya aku harus menjadi tusuk gigi
: bagi diriku sendiri..


"Cogito, ergo sum"

klik di sini, untuk mencari tahu siapa aku.. :)

Aliasku, si Tusuk Gigi.
Lelaki aquarius. Pemuja keindahan dan kesempurnaan, penyuka musik, gemar berbagi visi, dan kadang menganggap beberapa fragmen dalam hidup secara 'kebetulan' terjadi.

Sepertinya hidup ini adalah juga barisan kata-kata.
Sebagian orang mampu membaca, tapi tidak dapat menangkap maknanya.
Sebagian malah merasa memahaminya, tanpa perlu lagi menyimak aksaranya.

- Tusuk Gigi -



~ credits ~


JANGAN ASAL COPY PASTE..

   

<< June 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, June 04, 2004
PARA PEREMPUAN

Pagi tadi, tanpa sadar mataku seperti bergetah. Terngiang kata ibuku di masa kecil, pantang bagi anak lelaki untuk mengisak tangis. Tapi pagi tadi, aku begitu terharu dan merasa miris.  Betapa gaduh dan sumbangnya orkestrasi politik Indonesia yang semakin menjadi-jadi. Bahkan kali ini, tidak lagi dengan isu genderisasi yang sudah basi, namun dengan alasan bingkai religi yang menyatakan bahwa perempuan dipantangkan memimpin negeri!
Oh Gusti… tak terkira malangnya makhluk ciptaanMu yang bernama ‘perempuan’.. sejak pertama Kau cipta, mendapat ujian untuk memberi godaan, selalu merasakan pedih di setiap bulan, menyabung hidup dan mati saat melahirkan, dan terbelenggu dalam kodrat untuk selalu menerima kekalahan. Menerima kekalahan? Mengalah? tidak tampak jauh berbeda.

 

Duh, tidakkah para pelontar aturan tadi menyadari bahwa mereka juga terlahir dari rahim seorang perempuan?

 

Adakah yang salah ketika seorang perempuan menjadi supir bus, supir taksi, petugas SPBU, petugas loket jalan tol, bartender, fotografer, sutradara, dan beragam pekerjaan laki-laki lainnya? Apakah karena perempuan dikodratkan sebagai makhuk yang lemah, sehingga mereka hanya dianggap pantas berkutat dengan pekerjaan dan kegiatan yang sedikit tantangan?

Salahkah bila sebagian dari mereka memilih untuk menjadi bagian atau bahkan pemimpin dari sistem pemerintahan dan kenegaraan?

 

Siang tadi aku bercengkerama dengan ketiga anak temanku, di meja makan, rumah mereka.  Putri tertua bertanya, mengapa lebah dan semut dipimpin oleh seorang ratu, dan bukannya raja? Hanya dengan senyum aku menjawabnya. Lantas putra kedua malah berkisah tentang ketua kelasnya, seorang anak perempuan yang judes dan galak; aku pun cuma tersenyum menanggapinya.  Pada putra ketiganya yang selalu bernyanyi ‘cicak-cicak di dinding’, hari ini kuajarkan sebuah lagu :

Ibu kita, Kartini… Putri sejati..

Mata bocah laki-laki yang mungil itu mengerjap. Bibirnya membuka mencoba ikuti gerak bibirku.

Tanganku mengambil dua bilah tusuk gigi. Lantas mengayunkannya bak seorang dirigen. Kakak-kakak si bocah malah ikut bernyanyi..

..Putri Indonesia, harum namanya…

Wahai Ibu kita Kartini, putri yang mulia...

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia..

 

Andaikata saat ini ibu Kartini melihat kondisi politik negeri pertiwi, juga tentang harapan dan cita-cita para perempuan Indonesia yang selalu dibentur aturan; tentunya ia akan menangis sedih.  Lebih terharu dan miris ketimbang kepedihanku pagi tadi. 

 

- untuk para perempuan Indonesia -

 


Celoteh Tusuk Gigi, pada pukul 11:59:35 pm ~

sa
June 5, 2004   03:45 AM PDT
 
terima kasih atas tulisannya **kan kan.. daku perempuan indonesia juga hehe..** (ra, mau ngobrol di sini ? hihihi... punten pak de.. cuma iseng ko :P)
RaRa
June 5, 2004   07:42 AM PDT
 
Nice... Girl's power forever!!!!
Imponk
June 23, 2004   06:34 PM PDT
 
Menempatkan perempuan sesuai tempatnya. Bisakah?
 



Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry

Next Entry