SUKA IKLAN APA SIH? « Tusuk Gigi
~ Maieutike Tekhne, Sokrates ~
Seperti halnya tusuk gigi yang berupaya mencungkil secuil sisa makanan di geligi,
semoga kita juga bisa mencungkil ‘pemahaman semu’ yang menyempil di benak selama ini..
- bisa jadi itu berupa apriori, asumsi negatif,
bingkai pandang sempit dan bla-bla-bla lainnya..

dan siapapun, bisa menjadi tusuk gigi..
bagi orang lain, bagi diri sendiri..

Lalu.. sementara ini,
sepertinya aku harus menjadi tusuk gigi
: bagi diriku sendiri..


"Cogito, ergo sum"

klik di sini, untuk mencari tahu siapa aku.. :)

Aliasku, si Tusuk Gigi.
Lelaki aquarius. Pemuja keindahan dan kesempurnaan, penyuka musik, gemar berbagi visi, dan kadang menganggap beberapa fragmen dalam hidup secara 'kebetulan' terjadi.

Sepertinya hidup ini adalah juga barisan kata-kata.
Sebagian orang mampu membaca, tapi tidak dapat menangkap maknanya.
Sebagian malah merasa memahaminya, tanpa perlu lagi menyimak aksaranya.

- Tusuk Gigi -



~ credits ~


JANGAN ASAL COPY PASTE..

   

<< May 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, May 10, 2004
SUKA IKLAN APA SIH?

Di suatu siang. Di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta. Jarum speedometer tak pernah bergerak melebar.

“Eh, lo suka iklan apa sih?” tanya temanku yang sudah lima tahun ini bekerja di sebuah perusahaan periklanan.  Kami baru saja ‘reuni’ sembari makan siang, setelah hampir enam tahun tidak bertemu.

“Gue suka iklan yang ceritanya ada cewek digoda di sebuah lobby hotel, terus si cewek ngebela diri, loncat di atas kepala orang-orang, dan ujung-ujungnya si penggoda tadi terlempar keluar dari jendela.” jawabku sambil melirik dari kaca spion tengah.

“Ooo.. itu. Lalu apa lagi?” sambungnya.

“Iklan sabun kecantikan. Saking lembutnya tuh pengaruh sabun, tangan si cewek begitu licin dan jadi susah buat diajak dansa..” jawabku lagi.

“hmm.. terus?” sepertinya dia makin penasaran dengan iklan favoritku berikutnya.

“Iklan produk elektronik yang bikin kuis, dan pemenangnya bisa ikutan nonton Forrmula 1 di Shanghai.. ” sahutku tenang sambil mengulum senyum.

“Eh, ‘bentar.. Rasanya iklan-iklan yang elo sebut itu, dibintangi Dian Sastro semua khan?” Matanya tampak melotot ke arahku. Tangannya yang hendak mengulas lipstik berhenti sejenak.

“Heheheh.. iya. Gue cuma suka iklan yang ada Dian Sastro-nya” jawabku meringis menahan cubitan kecil yang tiba-tiba bersarang di pangkal lengan.  Kepalanya menggeleng. Ada yang tidak bisa hilang dari diriku, sejak kami bersama di bangku kuliah dulu : Aku, si pemuja keindahan :)

 

Entah kenapa, rasanya aku lebih bisa menikmati sebuah iklan hanya di media televisi; ketimbang media lain seperti radio yang cuma mengandalkan telinga, ataupun media cetak yang hanya mengandalkan mata.  Mungkin juga sebagian orang punya pendapat sama - penyatuan citra gerak dan suara yang tertangkap mata dan telinga, terasa lebih mengena.

 

Kata temanku tadi, untuk membuat iklan yang mudah diingat, tidak selamanya mudah. Hanya ada dua pilihan relatif; membuat iklan yang sangat bagus atau bahkan sangat jelek. Lalu, bla-bla-bla, bercelotehlah ia tentang iklan berdasar kitab-kitab akademis semasa kuliah dulu. Aku cuma manggut-manggut. Obrolan lumayan penambah wawasan sekaligus mengusir penat kemacetan.

Iklan bagus agar disuka? Atau iklan jelek agar dibenci? Kedua-duanya sadar atau tidak sadar, justru paling sering diingat masyarakat. Tapi ada yang tidak peduli; bagus atau tidak bagus, keduanya sama-sama dibenci bila muncul kerap kali. Lantaran dianggap mengganggu kenikmatan mengunyah tayangan. Aha! Temanku juga berpesan; jangan menonton iklan saat sedang makan. Bisa jadi iklan macam obat penyakit kulit yang lugas tergambar; akan membuat selera dan nafsu makan kita tidak lagi berkobar.

 

Jangan terlalu membenci iklanlah, katanya lagi. Ia bisa menolong kita untuk sejenak rehat menikmati tayangan, memberi kesempatan ke kamar kecil, mengambil cemilan, atau minum air demi kesehatan ginjal. Bukan hanya itu, kadang ada pula iklan yang secara tidak langsung menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, dan bahkan memancing kreatifitas kita!  Atau, jadikan saja sebagai salah satu peranti penghibur. Iklan-iklan yang dikemas kocak, lucu dan segar bisa jadi alasan untuk melaksanakan semboyan ‘tertawa itu sehat’.  Atau seperti aku? Menikmati sosok Dian Sastro yang jarang terpublikasi di layar televisi; dan hanya bisa tersaji di iklan dan film pilihannya.. hahaha :D

 

“Eh, weekend besok… mau pergi ke Bandung bareng aku?” tanya temanku ketika ia kembali kuantar ke depan lobby kantornya. Aku nyengir lantaran merasa tersindir, aksentuasi kalimat tadi mirip gaya bicara Dian Sastro yang berkostum ala pembalap di iklan Panasonic. Aku memberi kode dengan ibu jari dan kelingking mengacung membentuk ponsel, lalu dengan bahasa bibir : “I Call U L8er”.

 

Pedal gas kutekan, mencoba membelah kemacetan Jakarta. Hei, ternyata tidak semua produk perlu diiklankan ya? Lihat saja : peniti. Benda yang nyaris tak terpikirkan, tapi ternyata sangat penting - khususnya bagi kaum wanita. Tapi pernahkah kita melihat iklan peniti? Atau… aha! Tusuk gigi! Hihihi.. rasanya tidak perlu diiklankan, tapi kerap dicari orang seusai makan :) Nah, lalu apa lagi ya?


Celoteh Tusuk Gigi, pada pukul 2:10:07 am ~

RaRa
May 10, 2004   10:44 PM PDT
 
Sumtimes I like advertising too.. heheh.. once I enjoy a tv station just for looking my fave ad. Just now I am crazy about Clear's advertising. A gal who dance in a dance party, but she made a worst dance because her hair. Her dance is very funny!
timun_suri
May 11, 2004   10:18 AM PDT
 
gua suka produk makanan bayi yang bayinya tuh lucu banget, trus disuruh ketawa, muka gemes, trus pas ada cicak...ihhh mukanya lucu bangett dehhh......itu iklan apa ya....ahh lupa :D
citanimetal
April 30, 2005   11:30 PM PDT
 
aku sore tadi baru liat advert yg lucu, iklannya window xp, ada sepasang kekasih yg mo making luv, trus wkt si cowok mo melepas bra si cewek eh susah bangt dibuka coz bra yg dipake si cewek ternyata harus pake password klo mo membukanya, jdnya tuh cowok putus asa padhl si cewek dah kebelet hahahaha....
 



Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry

Next Entry