KEMBALI.. « Tusuk Gigi
~ Maieutike Tekhne, Sokrates ~
Seperti halnya tusuk gigi yang berupaya mencungkil secuil sisa makanan di geligi,
semoga kita juga bisa mencungkil ‘pemahaman semu’ yang menyempil di benak selama ini..
- bisa jadi itu berupa apriori, asumsi negatif,
bingkai pandang sempit dan bla-bla-bla lainnya..

dan siapapun, bisa menjadi tusuk gigi..
bagi orang lain, bagi diri sendiri..

Lalu.. sementara ini,
sepertinya aku harus menjadi tusuk gigi
: bagi diriku sendiri..


"Cogito, ergo sum"

klik di sini, untuk mencari tahu siapa aku.. :)

Aliasku, si Tusuk Gigi.
Lelaki aquarius. Pemuja keindahan dan kesempurnaan, penyuka musik, gemar berbagi visi, dan kadang menganggap beberapa fragmen dalam hidup secara 'kebetulan' terjadi.

Sepertinya hidup ini adalah juga barisan kata-kata.
Sebagian orang mampu membaca, tapi tidak dapat menangkap maknanya.
Sebagian malah merasa memahaminya, tanpa perlu lagi menyimak aksaranya.

- Tusuk Gigi -



~ credits ~


JANGAN ASAL COPY PASTE..

   

<< February 2013 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, February 26, 2013
KEMBALI..

Entah, sudah berapa lama tak kunikmati suasana pantai seperti ini. Saat bundar mentari akan memecah bersama cahaya jingga di ujung senja nanti. Perlahan kutabur remah-remah pasir putih di atas jemari yang telanjang tanpa alas kaki. Dihembus angin, curahan pasir itu meliukkan diri serupa gemulai seorang penari.
Sebuah teriakan lantang mengoyak lamunanku. Seorang bocah asyik bermain-main dengan anjingnya. Ia melempar botol plastik jauh-jauh, lalu si anjing gegas berlari menghampiri. Menggigit ujung botol dan membawa padanya kembali. Bocah itu pun melemparnya lebih jauh lagi. Berulang kali. Sejauh apapun, si anjing memberikan padanya lagi. Kulebarkan arah pandang. Di kejauhan sepasang muda-mudi tergelak bersama. Usai bersusahpayah dengan ranting menggurat inisial mereka, di atas pasir basah, buih ombak kontan menghapusnya musnah. Namun tanpa lelah, si pemuda menuliskannya kembali. Aku tersenyum sendiri, merasa deja vu pada apa yang tengah kuamati. Kutengadahkan wajah pada langit cerah berserabut gumpal awan seputih kapas, yang membiarkan diri terusung angin di langit luas. Burung-burung hilirmudik kepakkan sayap bebas di alam lepas.

Menikmati pantai seperti ini, tentunya tak mesti bisa kurasakan tiap kali. Ada perasaan rindu di sela-sela kesibukanku untuk kembali menikmati suasana serupa ini. Kembali? Ya, kembali. Kembali, bukanlah semata selalu merupakan kegiatan repetisi yang dilakukan berulang lagi. Bukan serupa bocah dan anjingnya, ataupun kedua muda-mudi yang kukatakan tadi. Kembali melakukan hal yang tidak atau belum sempat tersentuh lagi. Mungkin karena kesempatan atau bahkan kesibukan. Disadari atau tak disadari. Kembali. Bisa jadi itu akan membuatku lebih berpeka lagi. Ya, kembali mendengar, melihat, menyimak, mengamati, merasa apa yang sekian waktu tanpa kusadari terlewati. Hei, ternyata cukup.. eh maksudku, ternyata begitu lama aku tak kembali menulis di blog ini lagi ya? Begitu lama aku tak kembali berbagi, apa yang dicelotehkan benak dan hati. Ya, sepertinya ini saat yang tepat untuk aku memulai kembali. Tak mesti dengan tulisan yang berat dengan makna sarat tersirat. Cukup dengan yang ringan, kadang di benak dan hati pembaca jauh mudah tersimpan..

"Ya ampun! Anak nakal ya!" Jerit kesal seorang ibu penjaja warung sembari menjewer kuping seorang anak lelaki. Aku menengok asal suara. Ooo.. bocah itu tadi. "Kalau sudah kamu pakai, ya dibuang, jangan dikembalikan lagi!" lanjutnya tanpa melepaskan jarinya dari kuping si bocah yang mulai memerah. Aku terpana, rupanya si anak kembali memasukkan tusukgigi yang sudah ia gunakan, ke tempat tusukgigi itu kembali. Olala, pantas saja!


Celoteh Tusuk Gigi, pada pukul 12:05:58 pm ~

Citra
February 26, 2013   12:27 PM PST
 
Welcome back. Tugi..
Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk menulis lagi dan lagi..
Vita
February 26, 2013   12:59 PM PST
 
terimakasih Tugi, tulisan ini seperti oase di padang kesibukan yang menjemukan siang ini... aku akan sabar menanti goresan indah dari hati. lagi dan lagi.
tusukgigi
February 26, 2013   01:14 PM PST
 
Citra: thank u, yaa.. Ini juga atas dukungan sahabat-sahabat semua yg mengizinkan blog itu bangun dari tidur panjangnya..
tusukgigi
February 26, 2013   01:16 PM PST
 
Vita: Terimakasih juga mbak Vita, atas kesabaran, kesetiaan dan apresiasi yang menjadi semangatku.. :)
tusukgigi
February 27, 2013   10:53 AM PST
 
Vigil: hahaha! Terimakasih apresiasimu, brotha! Semoga aku masih bisa lagi melakukan hal yang sama.. :)
Tony Stark
March 7, 2013   05:18 PM PST
 
Ahaaaaaiiii.....I like the last paragraph! Ringan makna terbaca sebagai penutup cerita, dan gilanya...lelaki ini selalu ada saja ide segarnya..luar biasa poraa..:)
Welcome back, mas Tugi! :)
tusukgigi
March 16, 2013   09:58 AM PDT
 
Tony: terimakasih :) semoga apresiasi ini menyulut semangatku untuk terus berbagi kisah-kisahku lagi :)
 



Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry